Kamis, 23 Agustus 2012

senyum

bagi sebagian manusia
mungkin aku adalah orang yang suka memperhatikan hal kecil
yang oleh sebagian orang mungkin itu tak berarti

namun apa kau tau?
apa yang membuatku tersenyum?
bukan senyum yang tersungging dimuka ini,bukan...
namun senyum binar dihati 
binar yang menumbuhkan harapan dan keinginan

senyum adalah ibadah manusia yang paling mudah
namun bahkan untuk senyumpun, seorang manusia butuh hadir orang lain
karena bila senyum-senyum sendiri, nanti bisa ditertawakan orang lain akhirnya

apakah kamu tau?
saat apa justru saat aku tak mampu memandangmu?
ya.. saat kau tersenyum
tak tau kenapa, kenapa justru aku tak bisa balas memberimu senyum langsung?

mungkin terlalu indah untuk kunikmati, maka aku simpan memori itu untukku tersenyum
namun tak dihadapanmu
terlalu naif kalau aku tak bilang bahwa senyummu indah

gabungan dari rona,bentuk,dan sifat diwajahmu yang membuatmu bisa memberi warna ceria

mungkin berlebihan untuk orang yang baru kenal
namun justru itu aku ingin lebih mengenalmu
haiii... senyumlah untukku, senyum untuk mengiringi perpindahan masa dari kebelum-mampuanku menjadi kesiapanku..
mudah-mudahan suatu saat aku yang dapat menjadi alasanmu untuk tersenyum
tersenyum untuk merengkuh nikmat dan manisnya ibadah dijalan-MU...

kini aku sudah tau siapa nama yang harus aku sebutkan untuk sebuah Al-Fatihah setiap aku selesai sholat
dari tujuh Al-Fatihah yang biasa akau kirimkan untuk orang tercintaku
semoga saja suatu saat nanti... ya suatu saat nanti... bukan sekarang, namun ingin aku wujudkan, bersamamu...

tak sengaja

berawal dari ketidaksengajaan
bolehkah aku berujar seperti itu?
akan tetapi akal kalah oleh hatiku
bahwa semua ini taqdir Tuhan

berawal dari sama-sama suka ngobrol
kita dipertemukan dalam keadaan,waktu dan tempat yang sama
dan tujuan yang sama tentunya pada saat itu

kuawali dengan mengumpulkan nyali
untuk sekedar menyapa
untuk menjaga rasa sopanku karena aku duduk disampingnya

mungkin harapan itu ada, namun mungkin lebih bijak
kalau aku membatasi diri bahwa ini semua baru pada tahap ketertarikan
namun kenapa sudah mulai aku wujudkan dengan tindakan?
tak tau.. semuanya mengalir begitu deras

aku tau dia sudah ada yang mendampingi
aku sadar dia sudah nyaman dengan apa yang dia punya
tapi apa aku salah ketika aku berusaha?

bukan dengan merusak mereka tentunya
namun aku sekedar menawarkan diri nanti
yaa nanti,harusnya bukan sekarang
tapi kalau bukan sekarang mau kapan lagi?

cukuplah dimulai dengan saling memperkenalkan diri
mungkin itu lebih bijak, karena aku tak mau dikatakan sebagai perusak

Interesting with you

ketika kucoba mencari
tapi ia tak ubahnya seperti justru menjauhi
yaa... sosok yang kuingin dia selalu mengimbangiku

ketika aku mulai pasrah akan taqdir Tuhan
yaa... dia justru kutemui disaat aku tak sedang mencari

namun belum saatnya mengajukan diri
mungkin lebih baik untuk memantaskan diri

agar nanti pada saatnya tak ada lagi hati yang tersakiti
agar tak ada lagi gores dihati

kulihat sosok yang sederhana
bisa menata diri
sabar
ceria
penuh perhatian
mau ke arah perubahan kebaikan tentunya

tapi bukan itu dengan kriteria yang mau kucari, tapi...
dia yang sabar yang akan kudatangi

aku ingin datang dengan kemampuan dan kepantasan
bukan dengan janji atau bualan

semoga aku bisa memalingkan selalu kedia
menghadapkan dan mengarahkan sedikit asa dan semangat untuk menunaikan sunah-Nya





Rabu, 09 Mei 2012

Seseorang yang mencintai kamu....
Tidak bisa memberi alasan, mengapa ia mencintaimu...
Dia hanya tahu, di mata dia, kamulah satu - satu nya...


Seseorang yang mencintai kamu....
Sebenarnya selalu membuatmu marah, gila, jengkel, stress...
Tapi ia tidak pernah tahu hal bodoh apa yang sudah ia lakukan,karena semua yang ia lakukan adalah untuk kebaikanmu...


Seseorang yang mencintai kamu....
Jarang memujimu...
Tetapi di dalam hatinya, kamu adalah yang terbaik...
Hanya itu yang ia tahu...


Seseorang yang mencintai kamu....
Akan marah atau mengeluh, jika kamu tidak membalas pesannya atau teleponnya...
Karena ia peduli, dan tidak ingin sesuatu terjadi padamu...


Seseorang yang mencintai kamu....
Hanya menjatuhkan air matanya di hadapanmu...
Dan, ketika kamu mencoba menghapus air matanya, kamu telah menyentuh hatinya...
Di mana hatinya selalu berdegup, berdenyut, bergetar untukmu...


Seseorang yang mencintai kamu....
Akan mengingat setiap kata yang kamu ucapkan...
Yang sengaja terucap, atau bahkan yang tidak sengaja...
Dan ia akan selalu menggunakan kata - kata itu, tepat pada waktunya...


Seseorang yang mencintai kamu....
Tidak akan memberikan janji apapun dengan mudah...
Karena ia tidak mau mengingkari janjinya...
Ia ingin kamu untuk mempercayainya, dan ia ingin memberikan hidup yang paling bahagia dan aman untuk selamanya...


Seseorang yang mencintai kamu....
Mungkin tidak bisa mengingat kejadian atau kesempatan istimewa, seperti perayaan hari ulang tahunmu, atau yang lainnya...
Tapi ia tahu bahwa setiap detik yang ia lalui adalah saat di mana..........


Ia mencintai kamu, dan tidak peduli hari apakah ini...
Pernahkan kita mencintai seperti ini...?

Kamis, 15 Maret 2012

saat kehilangan arah

Saat kehilangan arah
bukan karena tak punya tujuan
tapi karena yang dituju justru menjauh
saat aku masih jalan ditempat dan kamu telah bisa berlari disana

aku tak mau berada didepanmu
karena takut kau jauh tertinggal

aku tak mau dibelakangmu
aku takut tak ada yang melindungimu dalam menapaki kehidupan

yang aku mau kita berjalan bersama, sejajar dan erat
seperti Matahari dan rembulan
walaupun tak selalu bertemu tapi kau beri manfaat untuk umat manusia

Rabu, 14 Maret 2012

Semoga

Semoga saja
kau masih mau mengerti
bukan harta yang ku banggakan
hanya kebahagiaan yang aku janjikan

sesaat lagi menjelang
menjelang satu fase baru dalam hidupku
dulu dia yang berjanji akan menanti akan hal ini
namun apa yang ada hanya dusta
dusta yang pernah terbayang sebelumnya

berikan
berikanlah aku pengganti
bukan yang terbaik
bukan yang tercantik
bukan yang terkaya
tapi yang tersabar aku pinta

Minggu, 18 September 2011


Aku mempunyai pasangan hidup...

Saat senang aku cari pasanganku

Saat sedih aku cari orang tua

Saat sukses aku ceritakan pada pasanganku

Saat gagal aku ceritakan pada bapak

Saat bahagia aku peluk erat pasanganku

Saat sedih aku peluk erat ibuku

Saat liburan aku bawa pasanganku

Saat aku sibuk anak dianter ke rumah bapak

Saat sambut hari ulang tahun slalu beri hadiah pada pasangan.

Saat sambut hari ibu aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari ibu"

Selalu aku ingat pasanganku

Selalu ibu yg ingat aku

Setiap saat aku akan tlpon pasanganku

Kalau inget aku akan tlpon orang tua

Selalu aku belikan hadiah untuk pasanganku

Entah kapan aku akan belikan hadiah untuk ibu


Renungkan:

"Kalau kau sudah habis belajar dan berkerja...

bolehkah kau kirim uang untuk orang tuamu?

Ibu tdk mnta banyak... lima puluh sebulan pun cukuplah".

Berderai air mata jika kita mendengarnya........

Tapi kalau mereka sudah tiada..........

Papa..Mama..aku RINDU.......AKU RIIINDDUU... SANGAT RINDU..

Selasa, 16 Agustus 2011

catatan perpisahan

dibawah sinar rembulan
yang merona seperti pipimu
aku pernah menaburkan mimpi
kaupun menyandarkan harapan bukan?


lalu ujian awal datang
satu lagi kemesraan yang robek
sementara aku belum mencatatnya sebagai kenangan

sementara kau masih saja menyalahkan waktu
dan aku memaki alur takdir

ah,,
inilah cerita kita
serpihan mimpi yang kuhamburkan
mungkin sebagi kenangan yang akan luput dari ingatan

Selasa, 12 Juli 2011

bangkit untuk berjuang

aku pernah kehilangan orang2 tercintaku
namun ini tidak boleh menjadikan hancur juga citaku

aku beruntung pernah memilikimu
segala rasa pernah kita enyam bersama

suatu saat nanti jika kau dimilikinya
aku yang teluka tak mau jadi sia-sia

memang susah harus kembali kehilangan
namun ini hidup yang penuh perjuangan
jangan menjadi halangan untuk menang

karena kemenangan sejati adalah dia yang tulus memberi tanpa menuntut balas
mencinta tanpa dicinta

lanjutkan,,lanjut untuk berjuang meraih hidup kedepan

andai

malam ini aku berandai-andai

andai aku orang berpunya
yang bisa meminta dukungan orang tuanya untuk mendapat apa yang dia minta
andai aku punya harta
maka telah kupinang dengan kemampuanku

andai ibu  masih bersamaku saat ini,maka akan kuadukan semua dukaku
ibu,anakmu ini kembali kehilangan orang yang kusayang sepertimu

niat hanyalah niat
harap hanyalah harap
biar bayangmu pergi
seandainya dia kau miliki

instropeksi diri atau redah diri

aku sadar asalku
cuma punya niat suci tak punya materi
kenapa hidup tak adil?
aku berusaha mendapatkan sesuatu dengan sendiri
karena aku tau orang tuaku siapa

dia memang pantas untuknya
sama kasta yang berpunya
apa pantas aku untuknya?

tapi malam ini aku belajar dari seseorang yang begitu tegar
"jika dia masih mengandalkan orang tuanya,yakinlah kamu yang sebenarnya lebih pantas,karena kamu berusaha dari nol menuju impian suci"

"jangan berharap lebih,karena harapan tanpa materi akan mati"

jika dia telah memilihnya,biarlah itu jadi sebagai lecut hidupmu untuk lebih baik,
buktikan bahwa kamu bisa,ingat diluar sana masih ada yang lebih baik untukmu,
jangan karena masalah ini kamu jadi hancur cita dan cinta

tapi aku masih belum mengerti,kenapa semua ini tidak adil
aku yang belum apa-apa,harus didahului dia yang lebih berpunya

"ingat nak,kebahgiaan hidup tidak dihitung dari banyaknya harta"
kata itu yang menyengatku untuk kembali dalam arah tujuan

mendapat sesuatu dengan jerih sendiri itu lebih mulia
daripada sebenarnya belum mampu tapi menang harta

pesan berharga

malam ini
ketika kucurahkan semua perasaanku kepada yang kuhormati selama ini
dia mengingatkanku akan ketegaran seorang anak kelas 2SD
"kalau kamu dulu saat kehilangan ibumu untuk selamanya saja bisa tegar seperti itu,tapi kenapa malam ini kamu
goyah dengan masalah yang terjadi? apakah kamu lupa dengan nasihatku untukku?"

jangankan baru perasaan,yang telah terikat sucipun bisa lepas
takdir memang kadang susah diterima
harapan yang telah tersusun indah,kini ada saja yang berusaha merubah susunannya
namun itu semua pantas untukku,

risalah hidup

teringat embali saat nazaq ibuku
masih jelas ketika wajah orang yang mengandungku tersenyum untuk terakhir kali
senyum yang begitu damai
aku cuma bisa memegangi tangannya

kelas 2SD waktu itu,usia yang sangat muda bagi seorang anak menyaksikan perpisahan dua dunia
kelas 2SD waktu itu,anak polos yang menepuk punggung ayahnya sedang menangisi istrinya
sambil berbisik anak kelas 2SD itu kepada ayahnya
"pak,sampun ditangisi,ibu sampun dipundhut ingkang gadah"
terlihat begitu tegar,atau bahkan mungkin karena terlalu muda
jadi belum tau arti dari kehilangan orang yang dicintai

cerita itu kembali dibuka malam ini
ketegaran anak kelas 2SD itu kembali goyah
ketika ia bercerita tentang orang yang dicintainya akan dikhitbah lelaki lain

malam ini dia merasa benar akan pahitnya kehilangan
iya,aku bersyukur walau dengan keluarga yang tidak berada
dia pantas dengannya karena dia orang tuanya juga berada
sedangkan aku?
belum jadi apa-apa,ko berani berharap dengannya?