Selasa, 12 Juli 2011

risalah hidup

teringat embali saat nazaq ibuku
masih jelas ketika wajah orang yang mengandungku tersenyum untuk terakhir kali
senyum yang begitu damai
aku cuma bisa memegangi tangannya

kelas 2SD waktu itu,usia yang sangat muda bagi seorang anak menyaksikan perpisahan dua dunia
kelas 2SD waktu itu,anak polos yang menepuk punggung ayahnya sedang menangisi istrinya
sambil berbisik anak kelas 2SD itu kepada ayahnya
"pak,sampun ditangisi,ibu sampun dipundhut ingkang gadah"
terlihat begitu tegar,atau bahkan mungkin karena terlalu muda
jadi belum tau arti dari kehilangan orang yang dicintai

cerita itu kembali dibuka malam ini
ketegaran anak kelas 2SD itu kembali goyah
ketika ia bercerita tentang orang yang dicintainya akan dikhitbah lelaki lain

malam ini dia merasa benar akan pahitnya kehilangan
iya,aku bersyukur walau dengan keluarga yang tidak berada
dia pantas dengannya karena dia orang tuanya juga berada
sedangkan aku?
belum jadi apa-apa,ko berani berharap dengannya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar