aku sadar asalku
cuma punya niat suci tak punya materi
kenapa hidup tak adil?
aku berusaha mendapatkan sesuatu dengan sendiri
karena aku tau orang tuaku siapa
dia memang pantas untuknya
sama kasta yang berpunya
apa pantas aku untuknya?
tapi malam ini aku belajar dari seseorang yang begitu tegar
"jika dia masih mengandalkan orang tuanya,yakinlah kamu yang sebenarnya lebih pantas,karena kamu berusaha dari nol menuju impian suci"
"jangan berharap lebih,karena harapan tanpa materi akan mati"
jika dia telah memilihnya,biarlah itu jadi sebagai lecut hidupmu untuk lebih baik,
buktikan bahwa kamu bisa,ingat diluar sana masih ada yang lebih baik untukmu,
jangan karena masalah ini kamu jadi hancur cita dan cinta
tapi aku masih belum mengerti,kenapa semua ini tidak adil
aku yang belum apa-apa,harus didahului dia yang lebih berpunya
"ingat nak,kebahgiaan hidup tidak dihitung dari banyaknya harta"
kata itu yang menyengatku untuk kembali dalam arah tujuan
mendapat sesuatu dengan jerih sendiri itu lebih mulia
daripada sebenarnya belum mampu tapi menang harta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar