Kamis, 23 Agustus 2012

tak sengaja

berawal dari ketidaksengajaan
bolehkah aku berujar seperti itu?
akan tetapi akal kalah oleh hatiku
bahwa semua ini taqdir Tuhan

berawal dari sama-sama suka ngobrol
kita dipertemukan dalam keadaan,waktu dan tempat yang sama
dan tujuan yang sama tentunya pada saat itu

kuawali dengan mengumpulkan nyali
untuk sekedar menyapa
untuk menjaga rasa sopanku karena aku duduk disampingnya

mungkin harapan itu ada, namun mungkin lebih bijak
kalau aku membatasi diri bahwa ini semua baru pada tahap ketertarikan
namun kenapa sudah mulai aku wujudkan dengan tindakan?
tak tau.. semuanya mengalir begitu deras

aku tau dia sudah ada yang mendampingi
aku sadar dia sudah nyaman dengan apa yang dia punya
tapi apa aku salah ketika aku berusaha?

bukan dengan merusak mereka tentunya
namun aku sekedar menawarkan diri nanti
yaa nanti,harusnya bukan sekarang
tapi kalau bukan sekarang mau kapan lagi?

cukuplah dimulai dengan saling memperkenalkan diri
mungkin itu lebih bijak, karena aku tak mau dikatakan sebagai perusak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar